Selasa, 24 April 2012

[Media_Nusantara] Kerugian Negara Akibat Pembelian Minyak Impor

 

Kerugian Negara Akibat Pembelian Minyak Impor
by @TrioMacan2000

Salah satu informasi yg saya peroleh melalui teman di singapore adalah ttg harga beli minyak impor yg sangat mahal oleh Petral

Harga beli minyak mentah Petral sepanjang tahun 2011 rata2 USD 113.95/barrel. broker minyak teman saya di Singapore bilang itu ga masuk akal. Harga rata2 minyak dunia jenis brent saja (yg paling tinggi kualitasnya) pd 2011 adalah USD 80-100/barrel. Dgn harga tertinggi USD 124/barel. Selisih minyak Brent dgn minyak afrika/timur tengah pd 2011 sekitar USD 11-20/ barel. Minyak impor kita adalah jenis Afrika/timur tengah. Jk diasumsikan harga minyak mentah afrika/timur tengah melonjak tajam sepanjang tahun dan tak ada fluktuasi, harga tertingginya hny USD 108

Sebab itu teman saya yg broker minyak di Singapore geleng2 kepala kok bisa Petral beli dgn rata2 harga 2011 sebesar 113.95. Aneh bin ajaib ! Artinya ada mark up harga oleh Petral minimal sebesar USD 5 /barrel. Jika diaudit lebih rinci mark up itu bisa sampai USD 30/barrel. Gila !

Kilang minyak indonesia itu diset up hanya utk olah minyak jenis africa dan middle east yg harga minyak jauh lebih murah drpd minyak Brent. thn 2011 Petral beli minyak mentah total 66 juta barel, maka kerugian negara akibat mark up ini : USD 330 juta sampai USD 1,98 milyar (17 T)

Harga pembelian minyak produk oleh petral utk premiun thn 2011 adalah : USD 118.5 (bensin) dan USD 123,7 utk solar. Ini juga sangat mahal. Kenapa sangat mahal? Karena standar biaya pengolahan dari minyak mentah menjadi solar/bensin itu hanya sekitar Rp. 500 rupiah/liter

Teman saya yg broker minyak singapore mengatakan bhw biaya pengolahan minyak mentah menjadi bensin/solar hny sekitar USD 1.62 - 2.52/barel

Teman saya broker minyak singapore itu juga mengatakan : harga beli Petral sengaja dipertahankan selalu tinggi meskipun hrg minyak sdg turun. Sedangkan petral tetap beli minyak produk (bensi/solar) dgn harga yg tinggi dgn selisih usd 5-10/barrel. Itu ga masuk akal.. Total pembelian bensin/solar oleh Petral thn 2011 adalah 200,6 juta barel. Dengan mark up usd 5-10/barel, kerugian negara : USD 1 - 2 milyar. Singkatnya, kerugian negara akibat pembelian minyak impor (mentah dan produk pada 2011 sedikitnya USD 3.9 M atau Rp. 35 triliun

Wamen ESDM alm. Widjajono sempat kaget ketika melihat harga beli minyak produk Indonesia..kok yg dibeli petral kualitas tinggi ya?, Padahal, diinvoice memang tercatat yg dibeli kualitas tinggi, tapi yg masuk ke Indonesia sdh kualitas campuran. Oplosan.

Geger minyak impor oplosan ini sempat terkuat gara2 banyak mobil di Indonesia rusak filter oilnya gara2 oktan bensin sangat rendah. Artinya, mafia minyak sdh sangat keterlaluan. Campuran oplosannya sdh dominan minyak produk kualitas rendah. Perbandingan 1 : 3 atau 1:4

Minyak produk ( bensin dan solar) yg dibeli Petral lebih 75% dari total pembelian minyak setiap tahunnya. Kilang kita kapasitasnya kecil. Jadi sebagian besar bensin dan solar yg kita konsumsi adalah barang jadi. Logikanya : semua yg dijual SPBU adalah kelas Pertamax plus

Hebatnya lagi, karena Petral berkantor pusat di hongkong dan bertransaksi /operasional di singapore, Petral bayar pajak besar negara tsb, Selain itu, mafia minyak mengatur beli minyak mentah dari arab/afrika, lalu diolah di kilang singapore. singapore ekspor ke RI. Gilaaaa

Kenapa Petral tdk berkantor pusat dan operasional di RI? Karena takut praktek perampokan uang negara puluhan Triliun /tahun akan terbongkar, Dulu Dirut Pertamina Ary Soemarsono mau pindahkan Petral ke Batam. Gagal ! Dia yg dipecat dari jabatan Dirut Pertamina hehehe

Siapapun di Indonesia ini yg berani kutak katik mafia minyak, selama SBY dan sudi silalahi berkuasa, tak akan bisa. Terpental ke jurang hehe

Kantor Holding Petral di Hongkong hanya dummy alias ecek2. Saya rencana kemarin ke hongkong mau lihat kantor Petral Hongkong, tapi batal, Kata teman saya yg broker minyak spore : untuk apa you ke Petral Hongkong, kantornya hanya ada 4 orang aja. Hny formalitas. Ga usah deh

Jika ada pergantian pejabat tinggi yg terkait dengan bisnis Petral ini, pasti didekati oleh mafia minyak ini. Mau disumpal emas mulutnya. Seorang sesmen yg baru dilantik tahun 2005 dulu dilobi habis2an oleh istana agar mau ketemu sama mafia minyak & petral. Untung beliau tolak. Jadi utk apa SBY teriak2 utk hemat konsumsi minyak, jk harga minyak impor kita ternyata harga mark up mafia minyak? Rakyat disuruh menderita. Lebih ekstrim lagi info teman saya itu : jk impor minyak RI dilakukan sesuai mekanisme pasar, RI akan hemat lbh 20% atau Rp. 54 triliun/thn

kilang minyak kita terbatas, minyak kita dijual ke spore dan diolah oleh kilang minyak disana. Kita beli lagi dgn Standar harga MOPS + Alpha

Dahlan iskan yg teriak mau bubarkan Petral yg dikendalikan Mafia minyak langsung ciut ketika tahu ada SBY, Sudi cs dibelakang mafia itu hehe

MOPS itu adalah Mean of Platt Singapore atau harga minyak standar singapore. Alpha itu adalah faktor biaya lain2. Itulah Harga impor petral

Ketika Dahlan Iskan teriak mau tutup Petral dan minta Pertamina impor langsung, Dirut Pertamina Karen langsung balas teriak : TIDAK SETUJU. Dahlan Iskan. Langsung ciut nyalinya ketika dengar ucapan Karen. Tidak puas sampai disitu, Karen minta direksi pertamina yg mbalelo diganti. Dahlan Iskan yg kaget lihat reaksi Dirut Pertamina Karen, langsung cari tahu sana sini..siapa sih Karen? Akhirnya Dahan Iskan ciut..ngalah

Petral itu anak perusahaan Pertamina yg jadi boneka mafia minyak Riza Chalid. Dibelakanganya ada Bambang Trihadmodjo, rosana barack cs. Dahlan Iskan akhirnya "ga berani" kotak katik Petral dan Pertamina. Bahkan utk direksi Pertamina yg baru, diserahkan wewenangnya kpd Karen

Akhirnya dahlan iskan kalah 3:0 lawan mafia minyak : gagal tutup petral, gagal impor minyak langsung, tunduk pd Karen soal direksi Pertamina

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar